Me Love Movies.

Welcome To Movies In Words

15 notes

Review: Magic Beyond Words - The JK Rowling Story

Magic Beyond Words – The JK Rowling Story | Sutradara: Paul A. Kaufman | Penulis Skrip: Jeffrey Berman & Tony Caballero (based on a novel by Sean Smith) | Pemain: Poppy Montgomery, Janet Kidder, Antonio Cupo, Emily Holmes, Andy Maton, Wesley McInnes, Patti Allan | Tahun: 2011 | Negara: UK, Scotland | Rating: 3,5 out of 5 stars

Christopher: “Jo, I give you a business advice, don’t quit your day job, nobody makes any money writing children books.” | Jo: “Ah, well, I write because I love to write, not because I want to get rich.”

Kalimat diatas dilontarkan oleh Christopher Little, seorang agen untuk para penulis, ketika ia dan JK Rowling hendak mencari penerbit yang bersedia menerbitkan novel pertama Harry Potter. Persepsi mengenai penulis buku anak-anak yang dianggap tidak dapat menjadi tumpuan penghasilan pun terbukti tidak berlaku pada JK Rowling, karena justru dengan menulis buku anak-anak lah ia sekarang menjadi salah satu wanita terkaya di dunia.

Nama JK Rowling mungkin telah menjadi salah satu nama penulis paling terkenal di dunia saat ini. Siapa yang tidak tahu sang pengarang ketujuh novel Harry Potter yang telah menyihir dunia selama lebih dari satu dekade ini? Penulis novel yang juga selalu menjadi penulis skrip (bersama Steve Kloves) seluruh film Harry Potter ini mulai mencuat namanya ketika novel Harry Potter pertama - Harry Potter and the Philosopher’s (Sorcerer’s) Stone terbit di UK tahun 1997 dengan membawa cerita petualangan nan segar tentang seorang bocah yatim piatu yang menyadari dirinya seorang penyihir dan kemudian mengalami perjalanan hidup yang luar biasa inspiratif ketika ia “terpaksa” menjadi pahlawan dunia sihir dan berhadapan dengan penyihir yang membunuh kedua orangtuanya.

Kisah hidup JK Rowling sang penulis ternyata tak kalah inspiratifnya dengan ketujuh novel Harry Potter yang melambungkan namanya. Sebuah stasiun TV Amerika, Lifetime Television tertarik untuk mengangkat kisah hidup sang penulis yang akrab disapa Jo ini melalui sebuah film televisi biopic berjudul Magic Beyond Words – The JK Rowling Story yang telah ditayangkan beberapa waktu yang lalu.

Magic Beyond Words – The JK Rowling Story memotret kehidupan Jo dari semasa ia kecil sampai menjadi seorang penulis novel terkenal. Diceritakan Jo kecil yang punya daya khayal tinggi sering bermain bersama adiknya Diane menjadi nenek sihir penjaga hutan di dekat rumah mereka di pedalaman Skotlandia. Daya khayal Jo tersebut ia tuangkan dalam berbagai tulisan. Sayangnya, Jo kecil tidak punya banyak teman dan selalu dianggap aneh oleh teman-teman sebayanya. Hanya Sean Harris, remaja pria berambut merah yang mau berteman dengannya. Hidup Jo bertambah rumit ketika suatu hari ibunya divonis mengidap penyakit multiple sclerosis. Banyak keputusan hidup yang harus ia ambil dengan pertimbangan penyakit ibunya tersebut, salah satunya, impiannya untuk menjadi penulis. Setelah lulus kuliah, Jo kerap berpindah-pindah pekerjaan karena tidak dapat menemukan satu pekerjaan pun yang ia rasa cocok untuknya. Hingga suatu hari sepulang Jo dari wawancara pekerjaan, ia tertidur dalam kereta api dan bermimpi tentang seorang bocah kurus berkacamata. Darisitulah ide menulis Harry Potter dengan segala dunia sihirnya muncul. Namun tak lama kemudian ibunya meninggal. Kenyataan pahit ini kemudian membuatnya berfikir ulang untuk berprofesi sebagai penulis. Proses menulis novel Harry Potter pun terhenti karena Jo kemudian lebih memilih pindah ke Portugal demi mengejar karir sebagai pengajar. Disana Jo bertemu dan kemudian menikah dengan Jorge Arentes. Sayang, ketika baru dikaruniai seorang anak, rumah tangga mereka harus kandas dan menyebabkan Jo harus pulang kembali ke Skotlandia dalam keadaan yang sangat miris: janda beranak satu dengan uang pas-pasan ditangan, tanpa pekerjaan maupun tempat tinggal. Disaat terburuk dalam hidupnya inilah, hanya dua hal yang membuat Jo tegar: anaknya Jessica, dan berlembar-lembar draft novel Harry Potter yang selalu mengingatkannya akan impiannya menjadi seorang penulis.

Magic Beyond Words – The JK Rowling Story bercerita dengan gaya yang personal, menyoroti jatuh bangunnya kehidupan seorang JK Rowling dan berbagai hal yang menjadi sumber insiprasinya dalam membangun dunia Harry Potter. Sehingga, tidak heran jika film ini dipenuhi dengan detail-detail yang tersusun rapi dan akurat. Sayangnya, pada paruh awal film, detail-detail tersebut terasa sedikit dipaksakan. Lihatlah bagaimana pemilihan beberapa pemain pada menit-menit awal yang berparas serupa dengan tokoh-tokoh dalam novel Harry Potter. Patti Allan yang berperan sebagai Mrs. Morgan, guru SD Jo berparas dan berakting layaknya Maggie Smith ketika memerankan Prof. McGonaggal dalam film Harry Potter. Begitu juga dengan Wesley McInnes yang berperan sebagai Sean Harris amat mirip dengan penggambaran karakter Ron Weasley lengkap dengan mobil Ford Anglia biru mudanya. Kemiripan tersebut tentu saja untuk menunjukan bahwa tokoh-tokoh tersebutlah yang menjadi sumber inspirasi Jo ketika menciptakan karakter McGonaggal dan Ron dalam novel Harry Potter. Namun, sayangnya detail ini tidak dieksekusi dengan baik sehingga terasa sangat gamblang dan tidak kreatif. Kemunculan para pemain yang mirip dengan tokoh dalam dunia Harry Potter terasa seperti tempelan karena mereka tidak banyak membantu dalam proses pembangunan cerita, dan seakan ada hanya untuk memenuhi premis “tokoh A dalam dunia Harry Potter ternyata terinspirasi dari si B dalam hidup JK Rowling” saja.

Untunglah pada paruh berikutnya film mengalir halus dan mulai nikmat untuk diikuti, seiring dengan pergerakan cerita yang semakin berfokus pada lika-liku kehidupan Jo. Tidak ada lagi kemiripan tokoh yang menjemukan, dan sebagai gantinya film menyajikan kita lanskap Portugal yang eksotis dengan gang-gang sempit, pub malam dan rumah susun; tempat-tempat dimana kisah cinta Jo dengan Jorge terajut dan juga kandas. Film pun semakin bertambah menarik ketika Jo kembali ke Skotlandia sebagai single parent dan merajut kembali impiannya sebagai penulis. Proses penulisan novel Harry Potter pun kembali disuguhkan, namun kali ini dengan cara yang segar, imajinatif dan menarik. Kita akan dibuat tersenyum melihat bagaimana Jo mendapatkan ide untuk membangun dunia sihir miliknya. Hal-hal kecil seperti melihat permainan catur dapat ia olah menjadi sesuatu yang menarik untuk novelnya. Bagi Anda yang menyukai dunia Harry Potter seperti saya, Anda akan dibuat tersenyum ketika melihat sketsa awal trio Harry, Ron, Hermione dan Dumbledore sang kepala sekolah sihir Hogwarts yang Jo gambar disela-sela kesibukannya mengajar di sekolah.


Dari departemen akting, applause diberikan kepada Poppy Montgomery yang mampu tampil apik dan hampir tanpa cela disepanjang film dalam menggambarkan sosok Jo. Terlepas dari parasnya yang memang mirip dengan Jo, Montgomery pun mampu menampilkan Jo dengan segala emosi, rasa ketidakamanan (insecurities) dan keadaanya psikisnya yang tidak stabil ketika diterpa segala problematika hidup. Montgomery mampu menampilkan itu semua lewat bahasa tubuh dan ekspresi wajahnya yang membuat penonton kadang terlupa bahwa yang mereka tonton bukanlah JK Rowling. Aktris lain juga tampil sama baiknya adalah Janet Kidder yang berperan sebagai Anne Rowling, ibu Jo. Kidder mampu menarik simpati penonton bukan dengan mengumbar rasa sakit murahan karena menderita penyakit berat yang kala itu tidak dapat disembuhkan, namun dengan ketegaran dan kehangatan seorang ibu yang luar biasa. Hal ini yang lantas menginspirasi Jo untuk tetap kuat seberapa sulit pun hidupnya, dan kemudian “ditularkan” kepada karakter Harry Potter yang ditulisnya. Antonio Cupo sebagai Jorge Arentes pun mampu tampil mengesankan sebagai suami yang kasar dan tempramental.

After all, Magic Beyond Words – The JK Rowling Story memang suguhan spesial bagi Anda penggemar dunia sihir Harry Potter. Namun tidak lantas film ini menjadi tidak menarik bagi penonton umum. Kisah Jo yang tetap menulis dalam kondisi apapun, hingga akhirnya berhasil mendapatkan agen dan penerbit yang bersedia menerbitkan novelnya dan untuk pertama kalinya melihat novel Harry Potter berjejer memenuhi rak-rak toko buku akan menjadi kisah yang inspiratif bagi siapa saja, terlepas apakah Anda penggemar Harry Potter atau tidak. Ditambah dengan beberapa footage JK Rowling ketika beliau menghadiri pemutaran perdana film Harry Potter and the Sorcerer’s Stone maupun book-signing di awal dan akhir film, Magic Beyond Words – The JK Rowling Story menjadi film yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.


Filed under British film Magic Beyond Words - The JK Rowling Story Poppy Montgomery adaptation biopic review uk JK Rowling Paul A. Kaufman Jeffrey Berman Tony Caballero Sean Smith Janet Kidder Antonio Cupo Emily Holmes Andy Maton Wesley McInnes Patti Allan harry potter related Harry Potter

  1. alyda-keller reblogged this from mandapuspi
  2. mandapuspi posted this